Seorang remaja perempuan mendadak viral di media sosial setelah sebuah video dirinya tersebar luas dalam beberapa hari terakhir. Video tersebut awalnya diunggah tanpa konteks yang jelas, namun dengan cepat menarik perhatian warganet dan memicu berbagai reaksi.
Sayangnya, viralnya video tersebut justru diikuti dengan gelombang komentar negatif. Banyak pengguna media sosial melontarkan kritik tajam, ejekan, bahkan hinaan yang mengarah pada perundungan siber (cyberbullying). Tidak sedikit pula akun yang menyebarkan ulang konten tersebut dengan narasi yang memperburuk situasi.
Pakar psikologi digital mengingatkan bahwa fenomena ini dapat berdampak serius pada kondisi mental korban. “Perundungan di dunia maya bisa sama berbahayanya dengan di dunia nyata. Korban dapat mengalami stres, kecemasan, bahkan depresi,” ujarnya.
Pihak keluarga remaja tersebut dikabarkan telah meminta agar publik menghentikan penyebaran video dan komentar negatif. Mereka berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta menghormati privasi individu.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya etika digital. Warganet diimbau untuk tidak mudah menghakimi, menyebarkan konten tanpa verifikasi, atau ikut serta dalam perundungan yang dapat merugikan orang lain.